PT. Daya Manunggal Kontraktor Abaikan K3, Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003

andang, 06 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Pandeglang, - PT Daya Manunggal Kontraktor (DMK), selaku pelaksana proyek Pembangunan Gedung Asrama Siswa Terpadu pada Sekolah MAN 2 Pandeglang senilai Rp. 4.991.922.000,- diduga melanggar UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No per.08/Men/VII/2010, tentang Alat Pelindung Diri (APD), karena setiap pengusaha wajib menyediakan APD sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), bagi para pekerjanya.

Dari pantauan indonesiasatu.co.id, Minggu (6/10/2019), pelaksanaan pekerjaan gedung asrama siswa terpadu setinggi tiga lantai dengan nomor kontrak 636/MA28.01.03.02/KS.01.1/07/2019, dengan anggaran bersumber dari APBN - DIPA MAN 2 Pandeglang tersebut, para pekerja tidak menggunakan APD.

"Kami bekerja disini belum lama, karena  baru 2 minggu. Sedangkan berkaitan dengan APD kami tidak punya pak, karena tidak dikasih sama kontraktor," tandas beberapa pekerja yang enggan menyebut namanya pada indonesiasatu seraya menambahkan, kalau mereka tidak tahu siapa direktur PT DMK. Namun mereka menyebut kalau mereka bekerja atas perintah bernama Aris.

"Kalau ditanya siapa direktur PT sebagai pelaksana pekerjaan ini kami tidak tahu. Yang kami tahu cuma pak Aris, orang yang meminta kami bekerja disini," cetus pekerja

Menanggapi hal tersebut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Keadilan Masyarakat Banten (LSM-FKMB) Kabupaten Pandeglang, TB Yusuf Alayubi kepada indonesiasatu.co.id, Minggu (6/10/2019) menyesalkan, proyek bernilai miliaran rupiah, dalam pelaksanaan pekerjaannya tidak memperhatikan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi karyawan atau para pekerjanya.

Padahal kata Yusuf, tujuan K3 adalah untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan dengan memelihara dan melindungi kesehatan, keamanan dan keselamatan tenaga kerja, tentunya dapat mencegah atau mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, dengan demikian kata Yusuf hal itu akan dapat meningkatkan sistem efisiensi dan produktivitas kerja.

"Sangat disayangkan PT DMK selaku pelaksana proyek senilai hampir Rp 5 Miliar mengabaikan keselamatan pekerjanya. Padahal anggaran untuk membeli APD mungkin tidak terlalu besar, daripada harus menanggung resiko jika terjadi kecelakaan terhadap pekerjanya," tandas Yusuf***

 

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu