Dua Figur Dinasti Dinilai Gagal Bangun Wilayahnya, Ini Pendapat Tokoh Pandeglang !!!

andang, 07 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Pandeglang,- Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pandeglang tidak lama lagi akan digelar pada Tahun 2020 mendatang. Beberapa nama tokoh bermunculan menyatakan diri untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati (Bacalbup) dan Wakil Bupati di Kota seribu ulama sejuta santri tersebut.

Sebagian Partai Politik (Parpol), telah membuka pendaftaran dan penjaring Bacalbup Pandeglang seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Pantauan indonesiasatu, ada beberapa nama tokoh kuat dan bisa dibilang trah dinasti pemangku kekuasaan dari dua wilayah berbeda yakni, Irna Narulita yang kini menjabat sebagai Bupati Pandeglang, merupakan figur bacalbup dinasti Dimyati Natakusumah yang namanya sudah tidak asing dimata masyarakat pandeglang, karena selain menjabat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Dimyati adalah mantan Bupati Pandeglang dua periode.

Selain nama Irna, diketahui ada nama Mochamad Nabil Jaya Baya, yang turut mencalonkan diri di pesta demokrasi daerah Pandeglang mendatang. Untuk figur Nabil, mungkin tidak banyak dikenal oleh masyarakat Pandeglang, namun dibalik Nabil ada nama orang tuanya sebagai tokoh masyarakat Kabupaten Lebak yakni, Jaya Baya yang panggilan akrab di masyarakat biasa disebut 'JB', mantan Bupati Lebak, yang kini posisinya digantikan anaknya sendiri sebagai Bupati Lebak, Iti Octavia.

Kedua tokoh dinasti itu pun kini menjadi sorotan publik terutama dimata masyarakat Kabupaten Pandeglang, yang berharap kedepan Kabupaten Pandeglang lebih baik dan maju lagi.

Dari pengamatan beberapa tokoh di Pandeglang, kedua figur pemangku kekuasaan tersebut dinilai belum mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakatnya, terutama dibidang pembangunan infrastruktur jalan.

Seperti yang dikatakan Tokoh Pandeglang, Drs Aap Aptadi kepada indonesiasatu.co.id Senin (7/10/2019) melalui pesan WhatsApp mengaku dirinya banyak menemukan infrastruktur jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan dan itu terjadi di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

"Menurut saya sah -sah saja jika mereka mengklaim kalau selama kepemimpinannya menjadi Bupati, masyarakat sejahtera dan pembangunan daerah diberbagai bidang meningkat. Itu kan klaim saja, tapi faktanya baik Kabupaten Lebak maupun Pandeglang, masih banyak jalan yang menjadi tanggung jawab Pemda kondisi fisiknya memprihatinkan. Malu kalau semua orang mengklim bahwa daerahnya lebih maju dari yang lain," ujar Aap.

"Masih banyak Jalan yang kondisi fisiknya rusak parah. Di Kabupaten Lebak saja misalnya diruas jalan Muncang - Sobang, Lebak - Gedong, Muncang -Leuwi Damar, Bojongmanik-Cirinten, Cirinten-Gunungkancana, Cigemblong, Cihara, Panggarangan -Jatake, Citorek-Cikotok, Sawarna-Cijengkol, Cirinten-Cigemblong dan banyak lagi. Kalau pun di Lebak ada jalan yang bagus, itu jalan Nasional dan jalan Provinsi. Sedangkan di Kabupaten Pandeglang ini ruas jalan yang rusak diantaranya, ruas jalan Cadasari keatas menuju Cidahu, Banjar-Cimanuk, ruas jalan Mekarjaya, Mandalawangi, Saketi-Wanagiri, Cisata-Cibarani, Muruy - Caringin, Picung-Sodong, Picung-Kadumalati, Pasirgadung-Patia, Marapat - Cemara, Padali-Cegog, selain ruas jalan itu, masih banyak ruas jalan lain yang kondisinya sama sama memprihatinkan," jelas Aap

Bahkan kata Aap, di dua wilayah kabupaten ini, pengangguran bertambah banyak. Pegawai Sukarelawan (Sukwan) atau Tenaga Kerja Sukarelawan (TKS dan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang rata- rata berpendidikan S1 dan S2, semakin tidak jelas nasibnya***

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu