Cegah Kepunahan Hayati, Pemkab Lakukan Pendaftaran Varietas

joni, 16 Apr 2019,
Share w.App T.Me

TANAH DATAR - Untuk melindungi dan mencegah kepunahan hayati perlu dilakukan upaya-upaya pelestarian. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pendaftaran varietas tanaman di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian dengan persyaratan tertentu.

Hal ini disampaikan Syahrul Zein Peneliti Utama Balai Pengkajian Tekonologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat saat bertemu Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Senin (15/04/2019).

Di kesempatan itu Syahrul yang didampingi peneliti BPTP lainnya Hanif Gusniarto dan Sumilah menyerahkan tiga sertifikat Tanda Daftar Varietas Tanaman untuk tanaman Padi Kuriak, Ubi Jalar Hitam Pucuk Panyalaian dan Ubi Kayu Naya.

Syahrul mengatakan ada tiga Tanda Daftar Varietas Tanaman dan diharapkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dapat melanjutkan beberapa tahapan di antaranya pengujian adaptasi, pengujian laboratorium, pelaksanaan seminar sehingga nantinya bisa diterbitkan Surat Keputusan Pelepasan Varietas secara nasional oleh Menteri Pertanian.

“Jika sudah terbit SK Pelepasan Varietas maka varietas-varietas lokal tersebut sudah bisa dinyatakan kepunyaan Tanah Datar dan juga berimbas secara ekonomis jika ada perjanjian bisnis dengan pihak luar,” sampainya lagi.

Sementara Kadis Pertanian Yulfiardi yang didampingi Kabid Tanaman Pangan Nelita Yelda mengatakan tiga varietas lokal didaftarkan tersebut dinilai memiliki keunggulan dibanding varietas lainnya. “Kita ingin varietas ini tetap ada dan bisa digunakan oleh petani karena keunggulan yang dimiliki sehingga petani diuntungkan,” sampai Yulfiardi.

Dari hasil kajian dijelaskan varietas padi Kuriak dinilai lebih tahan penyakit blast, rasa nasi lebih disukai masyarakat dan harga jual lebih tinggi dibanding varietas lain yang berkembang di Tanah Datar.

Ubi Jalar Hitam Pucuk Panyalaian memiliki keunggulan karena daya simpan umbi yang lebih lama dan tahan kekeringan.

Sementara Ubi Kayu Naya yang digunakan untuk makanan olahan dinilai unggul karena ubinya berukuran besar dan jika sudah lewat masa panen umbinya tidak tidak terlalu keras.

“Tanah Datar dengan sektor pertanian sebagai sektor utama memiliki banyak komoditas unggulan, yang sudah didaftarkan di antaranya Padi Bujang Marantau, Buncis Raisanda, Wortel Simanis, Pisang Soka dan Cabe Geno sementara masih dalam proses Jeruk Purut, Jeruk Nipis dan Bawang Merah Mersi (Merapi Singgalang), sehingga varietas unggul ini tidak punah,” jelasnya.

Sementara Bupati Irdinansyah Tarmizi dalam kesempatan itu menyampaikan dengan telah diterimanya tanda daftar varietas tanaman, pemerintah daerah siap melanjutkan proses berikutnya untuk pelestarian varietas, pengembangan dan pemanfaatannya, sehingga Tanah Datar sebagai pemilik variteas bisa diakui dan berlaku di tingkat nasional dan internasional.

“Kalau ini bisa dikembangkan dengan baik, akan meningkatkan produktifitas petani baik itu untuk padi, ubi jalar dan ubi kayu sehingga bisa menambah pendapatan petani,” sampai Irdinansyah.

“Kita akan akan programkan sehingga nantinya bisa diseminarkan di tingkat nasional dan Kementerian Pertanian bisa menerbitkan hak kepemilikan varietas-varietas tersebut,” ucapnya.

Laporan : Humas

Editor : Joni Hermanto

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu